MOBLIS

Info Mobil Listrik

Tak Mau Tertinggal, Toyota Kembangkan Baterai Mobil Listrik Sendiri

MOBLIS.ID – Kompetisi industri otomotif tampaknya bakal makin keras. Apalagi, kini kendaraan berbasis tenaga listrik makin mendapat tempat di pasar.

Pabrikan asal Jepang, Toyota Motor Corporation, pun terus berbenah diri. Meski sempat malu-malu dan mengaku tak ingin cepat-cepat mengikuti tren produksi mobil listrik, Toyota akhirnya mengumumkan akan mulai melirik produk mobil yang lebih ramah lingkungan tersebut.

Manajemen Toyota menyatakan akan mengembangkan teknologi baterai mobil listrik sendiri dengan teknologi solid-state. Toyota mengklaim produknya punya keunggulan, terutama mengurangi harga baterai hingga 30 persen lebih murah dibandingkan dengan baterai lithium-ion.

Toyota dikabarkan bakal mengeruk dana sampai 13,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 192 triliun demi mengembangkan baterai dan segala sistem yang terkait dengan kendaraan listrik hingga tahun 2030 mendatang. Toyota pun berencana menjadi pemimpin teknologi elektrifikasi hingga dekade berikutnya.

Karena sudah banyak pabrikan yang membuat baterai mobil listrik, Toyota pun akhirnya bergerak cepat dengan meluncurkan jajaran mobil listrik pertamanya mulai tahun 2022.

“Kami berupaya untuk meningkatkan konsumsi daya sebesar 30 persen dimulai dengan Toyota bZ4X,” ungkap Masahiko Maeda, Chief Technology Officer Toyota. Toyota menyatakan akan membuat baterai solid-state secara massal. Rencana tersebut jelas bakal mengubah peta persaingan baterai global.

Ini tentu masih sekadar teori Toyota karena produknya belum hadir di pasaran. Tapi, seperti biasa, pabrikan mengklaim bakal menawarkan baterai solid-state yang memiliki kelebihan dibandingkan lithium-ion yang ada saat ini.

Toyota mengaku baterai produksinya nanti bakal lebih padat energi, mampu mengisi daya lebih cepat, dan tidak mudah terbakar. Bila sukses mengembangkan teknologi solid-state ini, baterai buatan Toyota akan menggantikan lithium-ion pada mobil listrik lainnya.

Hingga kini tidak ada perubahan target Toyota dalam memproduksi baterai solid-state. Tapi, rencana mengembangkan baterai solid-state juga masih terganjal biaya yang mahal untuk produksi secara masal. Dari sisi kemasan juga cenderung mudah retak saat baterai mengembang dan menyusut selama pemakaian.

Tentu saja kehadiran baterai dari Toyota kabar baik bagi konsumen. Namun, Toyota harus bisa melawan pemain yang dulu hadir, termasuk milik Tesla yang sudah memimpin di industri otomotif berbasis tenaga baterai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *