MOBLIS

Info Mobil Listrik

Audi Siap Transformasi Jadi Produsen Mobil Listrik

audi siap transformasi jadi produsen mobil listrik

By Hadi

MOBLIS.ID – Pandemi Covid-19 telah membuat banyak perusahaan mengalami masalah. Tidak terkecuali pelaku di industri otomotif. Audi pun harus mengambil langkah cepat demi menyelamatkan perusahaan.

Chief Executive Officer (CEO) Audi Marcus Duesmann telah menyatakan kekurangan chip global sangat memengaruhi produksi di pabriknya. Meski demikian, Duesmann yakin kesenjangan profitabilitas antara mobil bertenaga bahan bakar dan kendaraan listrik bisa ditutup pada tiga tahun ke depan.

Duesmann beralasan tidak hanya Audi yang mengalami nasib buruk. Perusahaan lainnya juga mengalami masalah serupa. Semua sedang berjuang keras keluar dari problem. Sebagai kontributor laba terbesar dari Volkswagen, Audi telah menjadi salah satu perhatian terbesar grup.

Selaku pejabat yang bertanggung jawab atas brand Lamborghini, Ducati, dan Bentley di bawah payung Audi, Duesmann menuturkan kekurangan chip adalah tantangan berat. Audi telah memperkuat hubungan mereka dengan pembuat chip dan akan keluar dari krisis semikonduktor lebih kuat dari sebelumnya.

Dalam urusan marketing, Audi mengalami penyusutan penjualan akibat tidak dapat memenuhi permintaan. Untungnya, margin keuntungan masih bisa meningkat sampai 10,7 persen pada paruh pertama 2021. Ini berimbas positif karena mampu berkontribusi lebih dari seperempat laba operasional untuk keuangan pertengahan tahun di Volkswagen Grup.

Perusahaan mengaku berkomitmen untuk mengembangkan kendaraan listrik. Bahkan, Audi berani menyatakan tak akan lagi memproduksi mesin berbahan bakar minyak (BBM) mulai tahun 2033 nanti.

Tentu saja Duesmann yakin Audi bisa bertransformasi ke model listrik karena trennya ke depan industri mobil akan menggunakan energi yang ramah lingkungan. “Pada 2033 adalah saat di mana kami harus menghasilkan uang lewat mobil listrik layaknya mobil dengan mesin pembakaran,” jelas Duesmann.

Volkswagen Grup percaya perubahan Audi ke produk elektrik akan menjadi Audi sebagai pesaing serius bagi produsen lainnya, termasuk sekelas Tesla sekalipun. Demi mewujudkan daya kompetensi di pasar, Audi juga akan membuat software kendaraan listrik yang mumpuni sehingga bisa bersaing di pasaran.

“Tentu saja, kami dapat berbagi platform perangkat lunak kami dengan perusahaan otomotif lain. Namun, ini mungkin lebih ke jangka menengah atau jangka panjang lima sampai 10 tahun ke depan,” ujar Duesmann.

Sebelum melangkah ke model listrik, Audi akan merilis mobil BBM terakhir kalinya. Mobil itu adalah Audi A4 generasi baru. Menurut rencana, model ini siap diproduksi pada 2023.

Audi A4 adalah bagian dari platform MLB buatan induk perusahaan Audi, Volkswagen. MLB atau singkatan dari Modularer Langsbaukasten atau Modular Longitudinal Matrix adalah strategi Volkswagen dalam mengombinasikan kinerja Audi dan anak perusahaannya yang lain, Porsche, ke dalam satu mobil.

Audi A4, seperti dilansir Autoexpress, akan tetap menyajikan fitur elektrifikasi, termasuk model plug-in hybrids yang juga akan meluncur ke pasaran. Model ini menjadi generasi selanjutnya dari mobil-mobil berbahan bakar bensin maupun solar dari Audi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *